Minggu panjang yang terasa kosong walhal aku punya banyak rencana yang tak terkejarkan.Urusan duniawi banyak merencatkan hal-hal batiniah yang langsung terabaikan.
Aku mula sakit di belenggu masa dan kesibukan.Cuti juga seolah langsung mencemburui pengisian kekosongan lantas lompong-lompong masa itu jadi sendat dengan riadah dan lagha yang mencemar minda aku untuk jadi manusia semula.
Adakah aku juga akan jadi seperti lain-lainnya yang lalai dan terus memberhalakan dunia.Kadangkala aku fikir begitu.
Agaknya begitulah.Mungkin aku perlu lebih rangsangan adrenalin untuk penguat tenaga dan mengurangkan nikotin agar darah merah jadi segar dari virus malas dan sel-sel kekecewaan perlu di gantikan baru dengan yang lebih berani dan berahi.
Ada yang bertanya kenapa aku jarang "mengupdate"lewat kebelakangan ini.
Inilah jawapannya.
Aku masih kurang masa senggang untuk memerah ilham dan kurang rasa untuk menulis kebelakangan ini.
Nuffnang Ads
Tuesday, 3 May 2011
entahlah
Label:
kongsi,
kosong,
malas nak menulis
Tuesday, 26 April 2011
lagu-lagu asyik
aku sering di buai asyik bilamana alam mendodoikan irama berlagu persona berlirikkan karya bahasa langit yang di lantunkan suara-suara angin semilir.
sungguh indah rasa asyiknya yang ini hingga ke kalbu terasa.
apakah rasa itu yang kau cuba khabarkan duhai teman-teman alam.
apakah rasa agung ini anugerah Mahakarya terindah yang bisa melebur keberadaan jiwa saat dalam khuatir sebelumnya..
terima kasih Tuhan.
sungguh indah rasa asyiknya yang ini hingga ke kalbu terasa.
apakah rasa itu yang kau cuba khabarkan duhai teman-teman alam.
apakah rasa agung ini anugerah Mahakarya terindah yang bisa melebur keberadaan jiwa saat dalam khuatir sebelumnya..
terima kasih Tuhan.
Label:
biol,
entah apa-apa,
kawan-kawan.,
keluh kesah,
kongsi,
kosong
Wednesday, 20 April 2011
nasib bulan
kala bulan berbisik pada sang bintang
aku ingin selalu di sampingmu
bintang pula menjawab terharu
ku juga begitu
namun bila muncul sang mentari
bintang telah lama pergi
tinggallah bulan memencil diri sebalik langit siang
tangis bertahun bersama rindu
mengharap kasih sang bintang
munculnya hanya semalam
mengharap setianya embun
menghilang sesudah siang
begitulah nasib bulan
mendamba kasihnya yang terhalang
bintang hanyalah laradewi peneman malam
berkasih sekadar menunggu siang.
tangis bertahun bersama rindu
mengharap kasih sang bintang
munculnya hanya semalam
mengharap setianya embun
menghilang sesudah siang
begitulah nasib bulan
mendamba kasihnya yang terhalang
bintang hanyalah laradewi peneman malam
berkasih sekadar menunggu siang.
Label:
kawan-kawan.,
kongsi,
kosong,
puisi
Monday, 11 April 2011
hadirlah zabarjad
sebagian sudut dalam jiwa aku yang dulu dalam belasungkawa kini mula menerima keberadaan cahaya kemilau baru,
itulah kemilau cahaya yang menerpa hadirnya tika kelam warna darah merah pekat liang-liang luka lama mulai mengering
aku terpana saat terpandang indahnya yang dulu terhijab
aku harap cahaya seindah zabarjad itu kan bersinar selamamana aku menghela nafas beserta menaakul alam meminjam ma'ni Nya.
hendaklah kiranya zabarjad nan indah itu menjadi sebagian jiwaku hingga usai langkahku menghadam prosa hidup.
p/s: mungkinkah zabarjad itu kamu..
itulah kemilau cahaya yang menerpa hadirnya tika kelam warna darah merah pekat liang-liang luka lama mulai mengering
aku terpana saat terpandang indahnya yang dulu terhijab
aku harap cahaya seindah zabarjad itu kan bersinar selamamana aku menghela nafas beserta menaakul alam meminjam ma'ni Nya.
hendaklah kiranya zabarjad nan indah itu menjadi sebagian jiwaku hingga usai langkahku menghadam prosa hidup.
p/s: mungkinkah zabarjad itu kamu..
Label:
jiwa kacau,
keluh kesah,
kongsi,
kosong
Tuesday, 5 April 2011
bilamana merasa gembira dan senyum tanda bahagia
Hari ini cukup indah.
Indah dengan gelak tawa dan juga indah dengan senyuman manusia keliling.Aku turut merasa tempias cahaya kegembiraan mereka-mereka itu.
Kalaulah hari-hari begini.Bisa saja kita menepis jauh-jauh dan melampiaskan resah.
Barulah senyum turut terukir menguntum di bibir tanda bahagia bertakhta di dasar jiwa.
Sudah penat mendengar caci keji dan kata-kata yang sengaja di makandalamkan oleh mereka yang kurang erti perasaan orang lain.Biarlah.
Hidup kita-kita ini berlorong bencah dan samar jauh lagi ke hadapan.
Jalan lain-lain namun arah masih sama.
Semua antara kita-kita ini pasti mahu merasa bahagia dan gembira.
Dan aku masih ingin mengecapi hangatnya kucupan mesra alam yang bisa mendamaikan jiwa-jiwa resah.
Teruslah berdamping dengan ku duhai alam dan buatkan aku terus gembira dan tersenyum.
Buat mereka yang sedang gembira,tahniah kerana anda sedang menikmati fitrah alami sebagai manusia.Asas melengkapi fitrah kemanusiaan itu adalah salah satunya gembira dan tangis.
Bukankah senyum itu indah,damai dan menyenangkan.
Teruslah hiasi bibir dengan senyuman semekar mawar dan sehangat suria.
Pesan aku pada diri sendiri tikamana hati baru saja mengenal bahagia.
Usai berperang dengan resah merengsa jiwa-jiwa kaku.
p/s : ini bukan entri bahagia kerana cinta.
Indah dengan gelak tawa dan juga indah dengan senyuman manusia keliling.Aku turut merasa tempias cahaya kegembiraan mereka-mereka itu.
Kalaulah hari-hari begini.Bisa saja kita menepis jauh-jauh dan melampiaskan resah.
Barulah senyum turut terukir menguntum di bibir tanda bahagia bertakhta di dasar jiwa.
Sudah penat mendengar caci keji dan kata-kata yang sengaja di makandalamkan oleh mereka yang kurang erti perasaan orang lain.Biarlah.
Hidup kita-kita ini berlorong bencah dan samar jauh lagi ke hadapan.
Jalan lain-lain namun arah masih sama.
Semua antara kita-kita ini pasti mahu merasa bahagia dan gembira.
Dan aku masih ingin mengecapi hangatnya kucupan mesra alam yang bisa mendamaikan jiwa-jiwa resah.
Teruslah berdamping dengan ku duhai alam dan buatkan aku terus gembira dan tersenyum.
Buat mereka yang sedang gembira,tahniah kerana anda sedang menikmati fitrah alami sebagai manusia.Asas melengkapi fitrah kemanusiaan itu adalah salah satunya gembira dan tangis.
Bukankah senyum itu indah,damai dan menyenangkan.
Teruslah hiasi bibir dengan senyuman semekar mawar dan sehangat suria.
Pesan aku pada diri sendiri tikamana hati baru saja mengenal bahagia.
Usai berperang dengan resah merengsa jiwa-jiwa kaku.
p/s : ini bukan entri bahagia kerana cinta.
Subscribe to:
Posts (Atom)

