peluru-peluru berapi menghujani
yang dimuntahkan senjata nafsu amarah sang laknatullah
lantas bumi suci ini kembali basah bermandi darah
namun resah,esak tangis kami-kami ini
hanyalah bahan tontonan
esok lusa di catat sejarah
dimanakah ayah dan ibu
dimanakah saudara sepermainan kami
baru sebentar tadi kami bermesra
baru usai tadi kami berceritera
tentang impian aman
entah bila
bagaimanakah tidur kami malam ini
bila tiada lagi dodoi ibu meriba kami
bila tiada lagi ayah berkisah cerita
betapa bumi ini dulunya pusaka agama
wajar dipertahan berganti nyawa
ayah pernah bercerita
manusia seagama itu bersaudara
tanah ini juga milik bersama
tapi kami masih anak-anakan kurang mengerti
kerna hingga ke saat begini
kami masih sendiri.
Nuffnang Ads
Showing posts with label pesan kepada diri. Show all posts
Showing posts with label pesan kepada diri. Show all posts
Monday, 19 November 2012
Gaza (siapa peduli )
Label:
kongsi,
pesan kepada diri,
puisi
Saturday, 28 July 2012
Kita kalah atau kita menang.
Alhamdulillah.
Kembali berhasil menjengah ke lapangan menulis tempat menumpah rasa.Lama juga tiada sebarang perkhabaran yang mampu aku coret di sini lantaran kesibukan menempel di lain ruangan santai alam maya.Twitter misalnya.
Lihatlah di sisi blog ini juga telah aku tempel medium bicara kicauan mengarutku.
Begini.
Sebenarnya aku pun terpanggil malam ini untuk menulis di blog kusam lagi bersawang ini pun hanya kerana suatu suasana yang menggangu rasa dan menghibakan jiwa aku tatkala kita di sini berhadapan cabaran kecil berpuasa yang di rasakan cukup payah untuk di laksanakan.
Masih jauh lagi rasanya penghayatan kau,aku dan kita-kita semua ini tentang realiti menghargai nyawa dan rasa sayang sesama manusia.
Itulah antara tujuannya dianjurkan puasa selain menilai sejauh mana kekuatan dalaman bernama iman.
Supaya kau aku atau kita-kita semua ini lebih faham erti derita dan rasa syukur sebesar mana.
Bukankah begitu.?
Terpulang jika mahu setuju atau bangkang lalu ingin menunjal kepalaku.
Kita rasa terseksa menahan lapar dahaga sedangkan saudara mara kita di lain-lain negara dan benua terseksa menahan amarah dan berhabisan mempertahan agama dan mempertaruh nyawa.
Syria misalnya dan terbaru penderitaan muslimin Rohingya di Myanmar yang berdepan pembantaian berleluasa.
Sedihkah atau baca dan lihat sekadar mengambil tahu itu terpulang kamu untuk apa yang akan kamu iktibarkan pada diri sendiri.Andaikan kita-kita ini ada merasa bersama-sama penderitaan mereka itu.
Cukuplah membayangkan begitu saja.
Entahlah.
Dalam nyaman suasana dengan meriahnya makanan berbuka menjamu nafsu,aku sendiri tidak rasa aku mampu berhadapan dugaan sebesar itu.
Kita disini sering saja tewas dengan juadah yang menggoda mata dan selera
Selamat menjalani ibadah Ramadhan kawan-kawan.
Harapnya masih ada kemenangan untuk kita rai nanti.
Kembali berhasil menjengah ke lapangan menulis tempat menumpah rasa.Lama juga tiada sebarang perkhabaran yang mampu aku coret di sini lantaran kesibukan menempel di lain ruangan santai alam maya.Twitter misalnya.
Lihatlah di sisi blog ini juga telah aku tempel medium bicara kicauan mengarutku.
Begini.
Sebenarnya aku pun terpanggil malam ini untuk menulis di blog kusam lagi bersawang ini pun hanya kerana suatu suasana yang menggangu rasa dan menghibakan jiwa aku tatkala kita di sini berhadapan cabaran kecil berpuasa yang di rasakan cukup payah untuk di laksanakan.
Masih jauh lagi rasanya penghayatan kau,aku dan kita-kita semua ini tentang realiti menghargai nyawa dan rasa sayang sesama manusia.
Itulah antara tujuannya dianjurkan puasa selain menilai sejauh mana kekuatan dalaman bernama iman.
Supaya kau aku atau kita-kita semua ini lebih faham erti derita dan rasa syukur sebesar mana.
Bukankah begitu.?
Terpulang jika mahu setuju atau bangkang lalu ingin menunjal kepalaku.
Kita rasa terseksa menahan lapar dahaga sedangkan saudara mara kita di lain-lain negara dan benua terseksa menahan amarah dan berhabisan mempertahan agama dan mempertaruh nyawa.
Syria misalnya dan terbaru penderitaan muslimin Rohingya di Myanmar yang berdepan pembantaian berleluasa.
Sedihkah atau baca dan lihat sekadar mengambil tahu itu terpulang kamu untuk apa yang akan kamu iktibarkan pada diri sendiri.Andaikan kita-kita ini ada merasa bersama-sama penderitaan mereka itu.
Cukuplah membayangkan begitu saja.
Entahlah.
Dalam nyaman suasana dengan meriahnya makanan berbuka menjamu nafsu,aku sendiri tidak rasa aku mampu berhadapan dugaan sebesar itu.
Kita disini sering saja tewas dengan juadah yang menggoda mata dan selera
Selamat menjalani ibadah Ramadhan kawan-kawan.
Harapnya masih ada kemenangan untuk kita rai nanti.
Label:
kawan-kawan,
kongsi,
pesan kepada diri
Saturday, 22 January 2011
wasiat Syeikh Abdul Qadir Jailani
Nak,kamu tidak berada di atas apa pun,Islammu belum lagi benar.
Islam adalah pokok yang di bangun di atas syahadat.Ia belum lagi sempurna untukmu bila..
Kamu ucapkan La ilaha illallah,tapi kamu berdusta.Didalam hatimu ada banyak tuhan!
Takutmu pada penguasa,cintamu pada dunia adalah tuhan juga.
Penyandaranmu pada mata pencarian,laba,kekuasaan,kekuatan,pendengaran,penglihatan,dan peganganmu adalah tuhan juga.
Pandanganmu tentang bahaya,manfaat,pembicaraan,dan pencegahan dari manusia adalah tuhan juga.
Banyak orang membicarakan tentang semua ini dengan hatinya dan tampak saat mereka membicarakan tentang Al-Haq.Penyebutan mereka tentang Al-Haq hanya sebatas lisan,bukan dengan hati.
Ingatlah!Esok aib pasti kan tersingkap dan rahsia kan terbuka.
p/s:aku petik dari kitab.
Islam adalah pokok yang di bangun di atas syahadat.Ia belum lagi sempurna untukmu bila..
Kamu ucapkan La ilaha illallah,tapi kamu berdusta.Didalam hatimu ada banyak tuhan!
Takutmu pada penguasa,cintamu pada dunia adalah tuhan juga.
Penyandaranmu pada mata pencarian,laba,kekuasaan,kekuatan,pendengaran,penglihatan,dan peganganmu adalah tuhan juga.
Pandanganmu tentang bahaya,manfaat,pembicaraan,dan pencegahan dari manusia adalah tuhan juga.
Banyak orang membicarakan tentang semua ini dengan hatinya dan tampak saat mereka membicarakan tentang Al-Haq.Penyebutan mereka tentang Al-Haq hanya sebatas lisan,bukan dengan hati.
Ingatlah!Esok aib pasti kan tersingkap dan rahsia kan terbuka.
p/s:aku petik dari kitab.
Label:
Islam,
kongsi,
pesan kepada diri
Subscribe to:
Posts (Atom)

