Kiranya ada antara sifat dulu aku yang dah berubah aku mohon maaf.Mungkin kamu tersedar dan terperasankan semua itu.
Maaflah.
Mungkin perubahan aku terdorong oleh keburukan masa lalu.Mungkin juga perubahan ke arah yang lebih baik.
Hanya sedikit agaknya.
Aku bukan manusia suci.
Maaflah kawan-kawan.
Andai saja aku sudah berubah dan dingin.
Nuffnang Ads
Monday, 9 January 2012
Thursday, 8 December 2011
tak pernah ada
langit menghitam warnanya
aku ingin calitkan jalur-jalur berwarna
yang kau ungkap pelangi namanya
dan pabila angin berhembus
inginku renjis wangian seharum kemboja
bagai temasya musim bunga
tapi aku bukan siapa-siapa
teruslah semua
seperti aku tiada
kalau kau lewat tugu-tugu cinta
satu darinya tertera namaku
yang terkorban dalam hatimu
kerna aku bukan siapa-siapa
teruslah hidupmu
seperti aku tak pernah ada.
aku ingin calitkan jalur-jalur berwarna
yang kau ungkap pelangi namanya
dan pabila angin berhembus
inginku renjis wangian seharum kemboja
bagai temasya musim bunga
tapi aku bukan siapa-siapa
teruslah semua
seperti aku tiada
kalau kau lewat tugu-tugu cinta
satu darinya tertera namaku
yang terkorban dalam hatimu
kerna aku bukan siapa-siapa
teruslah hidupmu
seperti aku tak pernah ada.
Label:
kawan-kawan,
kongsi,
puisi
Thursday, 1 December 2011
hujan
Melihat pada titisan hujan yang meluncur laju di cucuran atap tika hujan lebat pasti buat kita merasakan ingin kembali pada zaman kecil.Bilamana hujan lebat membasahi bumi dan saat itulah kita berlarian menikmatinya titisan demi titisan.
Tiadalah lagi saat indah itu akan berulang.Kini menginjak usia dewasa dan terhumban ke lembah ini aku sudah tak tegal lagi menahan bisa racun ancaman hujan.
Kata mereka hujan itu berasid.Sekarang mungkin iya.
Jangan mengeluh andai tak lagi tega menikmatinya.Kerana bisa racun itu terhasil dari rencana tangan kita sendiri.Sekurang-kurangnya masih ada rahmat yang Tuhan berikan.
Sekarang musim hujan tiba lagi.Aku hanya mampu menikmatinya sambil menghirup teh tarik dan menyelami seni irama nyanyiannya dari jendela.
Bunyinya asyik tapi syahdu.
Andai kita bisa mampu dengar dan selami tangisannya.
Tiadalah lagi saat indah itu akan berulang.Kini menginjak usia dewasa dan terhumban ke lembah ini aku sudah tak tegal lagi menahan bisa racun ancaman hujan.
Kata mereka hujan itu berasid.Sekarang mungkin iya.
Jangan mengeluh andai tak lagi tega menikmatinya.Kerana bisa racun itu terhasil dari rencana tangan kita sendiri.Sekurang-kurangnya masih ada rahmat yang Tuhan berikan.
Sekarang musim hujan tiba lagi.Aku hanya mampu menikmatinya sambil menghirup teh tarik dan menyelami seni irama nyanyiannya dari jendela.
Bunyinya asyik tapi syahdu.
Andai kita bisa mampu dengar dan selami tangisannya.
Label:
kawan-kawan,
kosong
Wednesday, 9 November 2011
songsang
Entah apakah kegilaan yang merasuk jiwa-jiwa manusia sekitar dunia hari ini.Kian kita berasakan tidak lagi punya maruah sebagai manusia pabila perihal kemanusiaan makin tipis lantas kebinatangan di rasakan lebih sesuai bagi gambaran perlakuan manusia itu sendirinya.
Cukup janggal rasanya bila memperkatakan tentang iman kiranya manusia keliling dewasa ini lebih suka bercerita perihal mengaibkan dari berbincang dan meneleku kekurangan diri.
Yang kedengaran hanyalah suara-suara sumbang yang lantang kononnya memperjuangkan hak-hak minoriti mereka yang songsang dan tercela perilakunya.
Bodoh.!!!!
Label:
kawan-kawan,
kongsi
Thursday, 13 October 2011
kisah sang pria bodoh dan sang dewi pencinta sejati
Sang Dewi hatinya mudah tersentuh namun Sang Pria pula adakalanya memang bodoh.
Sememangnya bodoh dan dangkal akal fikir serta sering saja lepas laku.
Namun pastinya kasih sayang terhadap Sang Dewi tetap ada.Harapnya Dewi juga begitu kerana adakalanya pergeseran kata-kata itu suatu proses mematangkan perhubungan.
Kata oranglah.
Aku tidak tahu kerana aku sendiri tidak punya apa-apa ilmu cinta jesteru aku tentu saja sebodoh Sang Pria yang layaknya hanya menjadi penyendal alam dan pelengkap kisah kasih sayang dalam drama cinta manusia lainnya.
Dan sebenarnya aku juga seringkali memperbodohkan diri sendiri dan melukakan pula hati Sang Dewi yang punya cinta tulus.
Aku manusia bodoh.
Sang Dewi pula pencinta sejati cuma aku saja buta dalam mengenal makrifat kasih sayangnya.
p/s:kalau saja mulut sering bicara cinta jangan pula mulut juga yang memula sengketa yang mencarik luka hatinya Dewi..ingatlah itu wahai pria bodoh!!
Sememangnya bodoh dan dangkal akal fikir serta sering saja lepas laku.
Namun pastinya kasih sayang terhadap Sang Dewi tetap ada.Harapnya Dewi juga begitu kerana adakalanya pergeseran kata-kata itu suatu proses mematangkan perhubungan.
Kata oranglah.
Aku tidak tahu kerana aku sendiri tidak punya apa-apa ilmu cinta jesteru aku tentu saja sebodoh Sang Pria yang layaknya hanya menjadi penyendal alam dan pelengkap kisah kasih sayang dalam drama cinta manusia lainnya.
Dan sebenarnya aku juga seringkali memperbodohkan diri sendiri dan melukakan pula hati Sang Dewi yang punya cinta tulus.
Aku manusia bodoh.
Sang Dewi pula pencinta sejati cuma aku saja buta dalam mengenal makrifat kasih sayangnya.
p/s:kalau saja mulut sering bicara cinta jangan pula mulut juga yang memula sengketa yang mencarik luka hatinya Dewi..ingatlah itu wahai pria bodoh!!
Label:
jiwa kacau,
kongsi,
kosong
Subscribe to:
Posts (Atom)

