Ada masanya aku suka mengira masa yang sudah lepas terkebelakangkan.Cukup buat peringatan pada diri sendiri apa adanya cabaran yang telah di lalui dan boleh pula memandang kira berapa banyak parut luka.
Kira jua banyak mana piala jadi juara.
Dulu aku juga fikir bintang itu ada banyak.Mungkin beribu atau jutaan barangkali.Agaknyalah.
Tapi itu dulu-dulu.Cerita lama.
Mungkin dulu aku kurang mengira dan kurang mahir berkira-kira rasanya.
Kerana aku tetap keliru kiraan selama ini telah silap.
Baru sekarang aku tahu bahawa bintang itu zahirnya hanya satu.
Itulah "kamu".
Masih lagi akan aku tersenyum setelah aku congak tolak tambah bahagi hanya "kamu ' yang terang benderang .
Kali ini tak akan silap lagi rasanya perkiraan aku.
Harap-harapnya.
Mudah-mudahan dengan izin Tuhan.
Nuffnang Ads
Wednesday, 7 March 2012
Monday, 9 January 2012
maaflah
Kiranya ada antara sifat dulu aku yang dah berubah aku mohon maaf.Mungkin kamu tersedar dan terperasankan semua itu.
Maaflah.
Mungkin perubahan aku terdorong oleh keburukan masa lalu.Mungkin juga perubahan ke arah yang lebih baik.
Hanya sedikit agaknya.
Aku bukan manusia suci.
Maaflah kawan-kawan.
Andai saja aku sudah berubah dan dingin.
Maaflah.
Mungkin perubahan aku terdorong oleh keburukan masa lalu.Mungkin juga perubahan ke arah yang lebih baik.
Hanya sedikit agaknya.
Aku bukan manusia suci.
Maaflah kawan-kawan.
Andai saja aku sudah berubah dan dingin.
Thursday, 8 December 2011
tak pernah ada
langit menghitam warnanya
aku ingin calitkan jalur-jalur berwarna
yang kau ungkap pelangi namanya
dan pabila angin berhembus
inginku renjis wangian seharum kemboja
bagai temasya musim bunga
tapi aku bukan siapa-siapa
teruslah semua
seperti aku tiada
kalau kau lewat tugu-tugu cinta
satu darinya tertera namaku
yang terkorban dalam hatimu
kerna aku bukan siapa-siapa
teruslah hidupmu
seperti aku tak pernah ada.
aku ingin calitkan jalur-jalur berwarna
yang kau ungkap pelangi namanya
dan pabila angin berhembus
inginku renjis wangian seharum kemboja
bagai temasya musim bunga
tapi aku bukan siapa-siapa
teruslah semua
seperti aku tiada
kalau kau lewat tugu-tugu cinta
satu darinya tertera namaku
yang terkorban dalam hatimu
kerna aku bukan siapa-siapa
teruslah hidupmu
seperti aku tak pernah ada.
Label:
kawan-kawan,
kongsi,
puisi
Thursday, 1 December 2011
hujan
Melihat pada titisan hujan yang meluncur laju di cucuran atap tika hujan lebat pasti buat kita merasakan ingin kembali pada zaman kecil.Bilamana hujan lebat membasahi bumi dan saat itulah kita berlarian menikmatinya titisan demi titisan.
Tiadalah lagi saat indah itu akan berulang.Kini menginjak usia dewasa dan terhumban ke lembah ini aku sudah tak tegal lagi menahan bisa racun ancaman hujan.
Kata mereka hujan itu berasid.Sekarang mungkin iya.
Jangan mengeluh andai tak lagi tega menikmatinya.Kerana bisa racun itu terhasil dari rencana tangan kita sendiri.Sekurang-kurangnya masih ada rahmat yang Tuhan berikan.
Sekarang musim hujan tiba lagi.Aku hanya mampu menikmatinya sambil menghirup teh tarik dan menyelami seni irama nyanyiannya dari jendela.
Bunyinya asyik tapi syahdu.
Andai kita bisa mampu dengar dan selami tangisannya.
Tiadalah lagi saat indah itu akan berulang.Kini menginjak usia dewasa dan terhumban ke lembah ini aku sudah tak tegal lagi menahan bisa racun ancaman hujan.
Kata mereka hujan itu berasid.Sekarang mungkin iya.
Jangan mengeluh andai tak lagi tega menikmatinya.Kerana bisa racun itu terhasil dari rencana tangan kita sendiri.Sekurang-kurangnya masih ada rahmat yang Tuhan berikan.
Sekarang musim hujan tiba lagi.Aku hanya mampu menikmatinya sambil menghirup teh tarik dan menyelami seni irama nyanyiannya dari jendela.
Bunyinya asyik tapi syahdu.
Andai kita bisa mampu dengar dan selami tangisannya.
Label:
kawan-kawan,
kosong
Wednesday, 9 November 2011
songsang
Entah apakah kegilaan yang merasuk jiwa-jiwa manusia sekitar dunia hari ini.Kian kita berasakan tidak lagi punya maruah sebagai manusia pabila perihal kemanusiaan makin tipis lantas kebinatangan di rasakan lebih sesuai bagi gambaran perlakuan manusia itu sendirinya.
Cukup janggal rasanya bila memperkatakan tentang iman kiranya manusia keliling dewasa ini lebih suka bercerita perihal mengaibkan dari berbincang dan meneleku kekurangan diri.
Yang kedengaran hanyalah suara-suara sumbang yang lantang kononnya memperjuangkan hak-hak minoriti mereka yang songsang dan tercela perilakunya.
Bodoh.!!!!
Label:
kawan-kawan,
kongsi
Subscribe to:
Posts (Atom)
